Tol Jogja – Solo Masuki Tahap Pengukuran Lahan

  • By Administrator
  • 19 Oct 20

Jakarta – Proses pekerjaan proyek jalan tol Yogyakarta-Solo telah mulai memasuki tahapan pengukuran dan inventarisasi yang dimulai di kelurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman telah dimulai pada Senin (19/10) hari ini. Hal tersebut sebagaimana seperti yang dijelaskan oleh Lurah Bokoharjo, Dody Heriyanto.

"Ada dua dusun terdampak, Dusun Pelemsari dan Dusun Jobohan. Besok Senin akan mulai di Dusun Pelemsari,"jelas Dody

Selain itu Ia juga menjelaskan, dalam persiapan untuk tahapan pengukuran dan inventarisasi ini pihaknya telah melakukan kegiatan pengumpulan warga terdampak, serta melakukan koordinasi dengan Kanwil BPN DIY beserta kepala dusun daerah terdampak.

Dody berhadap dalam tahapan ini, warga dapat turut serta aktif terlibat, seperti melakukan pematokan sendiri terhadap rumah dan lahan yang terdampak dari proyek Jalan Tol Yogyakarta-Solo ini.

"Pematokan mandiri oleh warga itu berbeda dengan pematokan yang dilakukan BPN bulan lalu. Ini mempermudah BPN untuk masuk mendata lahan warga terdampak,"kata Dody

Dody juga menyampaikan tercatat akan ada 158 bidang yang terdampak oleh pembangunan proyek jalan Tol Yogyakarta-Solo ini di Kelurahan Bokoharjo, serta sebagian besar dantaranya adalah lahan pertanian.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso menjelaskan jalan tol Yogyakarta-Solo ini juga sedang dalam proses pengajuan perpanjangan ruas guna mendukung terhubungnya 3 bandara internasional.

"Saat ini diajukan diperpanjang menjadi 97 KM, sampai melewati Yogyakarta Internasional Airport,"jelas Hadi

Dengan adanya revisi tersebut, lanjut Hadi, diharapkan wilayah Yogyakarta yang semula hanya sampai Sleman, bisa segera keluar penentuan dari Gubernur untuk Bantul dan Kulonprogo